Bingung membuang sampah tanaman?

: Truk sampah tidak mau mengangkut, siapa bertanggungjawab?

Pada tanggal 13 Februari 2010, bertempat di Grand Prima Bintara dicanangkan gerakan penghijauan oleh Walikota Bekasi H. Mochtar Mohamad. Selain Walikota, turut hadir Kapolres dan Dandim Kota Bekasi. Semoga gerakan “go green” tidak hanya seremonial, tetapi dapat sungguh-sungguh berwujud dalam “tanam dan rawat”.

 Jika anda menyusuri jalan jalan di komplek Grand Prima, anda akan menemui tidak sedikit onggokan-onggokan sampah yang seolah tak bertuan dan sepertinya sudah lama dibiarkan. Onggokan yang dimaksud bukan sampah rumah tangga, melainkan onggokan sampah bekas tanaman, ranting2, tumpukan rumput dan sejenisnya yang berada di area taman, di tanah seberang rumah, di tanah kosong, dipojokan jalan, dll.

Sampah ada teronggok karena ada warga/penghuni yang menaruhnya disitu. Yang pertama harus bertanggungjawab tentunya penghuni ybs dengan tidak membiarkan sampah teronggok disitu, misalnya dengan cara menyuruh  orang untuk membuangnya entah bagaimana caranya, tentu atas biaya ybs.

Penghuni ybs bukan tidak peduli kebersihan, tapi mungkin memang bingung sampah itu mau dibuang kemana, sehingga akhirnya dibiarkan teronggok di tanah kosong, ditanah yang seharusnya untuk taman, di tanah area publik.

Walau “terpaksa”, hal itu tetap tidak sejalan dengan tujuan bersama yang ingin menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan indah. Untuk onggokan yang kini sudah telanjur bertumpuk dan sebagai gerakan “bersih-bersih” perdana, RW akan memfasiltasi untuk mengangkut semua onggokan sampah yang ada dengan truk sewa.

Sampah tak sedap dipandang

Sampah yang akan diangkut, tidak termasuk sampah bekas puing bangunan. Sampah puing bangunan menjadi tanggungjawab pemilik bangunan dan biasanya untuk sampah puing bangunan tidak perlu ongkos membuang, karena ada yang mencari.

Bagaimana selanjutnya jika setelah beberapa bulan ada lagi onggokan sampah serupa? Onggokan sampah pasti akan ada lagi karena di komplek ini memang tidak ada tempat penampungan sampah sementara.

Jika keuangan memungkinkan (iuran bulanan tidak bolong-bolong), secara rutin berkala onggokan sampah akan diangkut dengan truk. Pengangkutan ini dianggap sebagai bagian dari perawatan kebersihan komplek, bagian dari “service” demi kebersihan, kesahatan dan keindahan bersama.

Onggokan sampah yang dibiarkan selain menggangu pemandangan, juga menjadikan tempat kotor, jorok, tidak sehat, berantakan dan terkesan seolah warga komplek tidak bisa mengelola kebersihan lingkungannya.

Jagalah kehijauan, keindahan dan kebersihan Grand Prima Bintara dengan tidak menumpuk/membuang sampah atau meletakan barang yang di area publik yang mengganggu kebersihan dan keindahan bersama.

Tinggalkan komentar

Filed under Bidang Kebersihan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s